PEMBERLAKUAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR ) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT

DSC02382 EditHak untuk menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok telah menjadi perhatian dunia maka Indonesia termasuk Kabupaten Lombok Barat harus juga memperhatikan hal tersebut karena merupakan bagian dari masyarakat dunia ini. Akan tetapi kenyataannya, pemaparan asap rokok semakin hari semakin bertambah akibat meningkatnya jumlah perokok. Risiko kesehatan bagi perokok telah banyak dibuktikan. Lebih dari 70.000 artikel ilmiah membuktikan secara tuntas bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit dan kematian. WHO Tobacco Atlas (2002) menyatakan bahwa sekitar setengah dari perokok akan meninggal akibat rokoknya. Separo dari mereka yang merokok akan meninggal pada usia antara 35 – 69 tahun. Di Indonesia pada tahun 2001 sebanyak 22,6% dari 3320 kematian disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan rokok dan sebanyak 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisema. Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5% kasus stroke di Indonesia. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, terdapat bukti cukup kuat, rokok sebagai penyebab kanker paru, juga termasuk kanker pada organ tubuh lainnya. Selain itu, rokok juga berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner. Pada wanita yang merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif) akan mengalami penurunan fertilitas dan pada pria akan meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%. Adapun ibu hamil yang merokok atau sebagai perokok pasif berisiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah, termasuk bayi berat lahir rendah, lahir mati dan cacat lahir.

DSC02392Untuk itu maka pemerintah Kabupaten Lombok Barat menganggap penting pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Lombok Barat. Sebelum pemberlakuan kawasan tanpa rokok di Kabupaten  Lombok Barat, terlebih dahulu dilakukan survey tentang Dukungan Masyarakat Lombok Barat terhadap Pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Lombok Barat. Tujuan dari survey ini adalah untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang rencana pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Lombok Barat.

Pada Tahun 2011, telah dilakukan survey dengan metode  wawancara terhadap 900 orang mewakili masyarakat di kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari unsur masyarakat umum, petugas puskesmas, pengunjung rumah makan, PNS dan Guru sekolah dengan variable karakteristik responden, pendapat responden tentang bahaya merokok, status perokok, jumlah rokok yang diisap perhari,umur pertama kali merokok, pengetahuan responden tentang penyakit akibat rokok,dukungan terhadap rencana pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Lombok Barat.

DSC02381Dari hasil wawancara dengan responden didapatkan bahwa 60% responden setuju bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan dan 94,7% menyatakan bahwa merokok dapat menimbulkan penyakit. Sebanyak 43,9% responden merokok  dam mulai merokok rata-rata umur 17 tahun dengan rata-rata jumlah rokok yang diisap setiap hari sebanyak 11 batang. Sebanyak 88,3% responden mengatakan bahwa menghirup asap rokok orang lain dapat menyebabkan penyakit. Lebih dari 90% responden setuju bila Kawasan Tanpa Rokok diterapkan di sekolah, sarana pelayanan kesehatan, tempat ibadah dan angkutan umum. Sekitar 80% responden mendukung apabila disediakan tempat khusus merokok untuk di perkantoran, rumah makan, pertokoan, terminal dan di pasar. Dengan adanya pendapat masyarakat seperti tersebut maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat Lombok Barat memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk pemberlakuan kawasan tanpa rokok.

DSC02380Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kabupaten Lombok Barat berjalan lancar dan akhirnya disahkan oleh DPRD Lombok Barat dengan dikeluarkannya  Perda no 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Lombok Barat. Untuk lebih efektifnya Perda ini maka dipandang perlu mengadakan sosialisasi dan penyiapan bahan-bahan pendukung pemberlakuan KTR seperti tanda – tanda larangan merokok, leaflet, spanduk, stiker dan lain –lain, sehingga dibuat kebijakan dalam perda bahwa pemberlakuan Perda KTR ini akan dimulai satu (1) tahun setelah diundangkan.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok bertujuan untuk :

  1. Memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan/atau perokok pasif;
  2. Memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat; dan
  3. Melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung.

DSC02373Pemerintah Daerah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di Daerah pada tempat-tempat tertentu antara lain  :

  1. Fasilitas pelayanan kesehatan;
  2. Tempat proses belajar mengajar;
  3. Tempat anak bermain;
  4. Tempat ibadah;
  5. Tempat kerja; dan tempat lain yang ditetapkan.

1Untuk point (5) yaitu di Tempat kerja dan tempat lain yang ditetapkan dapat menyediakan tempat khusu untuk merokok. Tempat Khusus untuk merokok yang dimaksud, harus memnuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Ruang terbuka atau ruang  yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik;
  2. Terpisah dari gedung/ tempat/ ruang utama dan ruang lain yang digunakan untuk beraktivitas; dan
  3. Dilengkapi dengan alat penghisap udara.

Setiap orang dilarang merokok di Kawasan Tanpa Rokok, kecuali di tempat  khusus yang disediakan untuk merokok.

2Setiap orang yang berada dalam Kawasan Tanpa Rokok dilarang :

  1. Memproduksi atau membuat rokok;
  2. Menjual rokok;
  3. Menyelenggarakan iklan rokok;
  4. Mempromosikan rokok; dan
  5. Menggunakan rokok.

Bupati berwenang memberikan sanksi administratif dan/atau denda kepada pimpinan atau penanggung jawab lembaga dan/atau badan dimana Kawasan Tanpa Rokok tersebut berada atas pelanggaran ketentuan. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud berupa peringatan tertulis. Denda paling banyak Rp50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah). Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian sanksi administrasi diatur dengan Peraturan Bupati.

DSC02373Sosialisasi Perda KTR ini telah mulai dilaksanakan pada bulan Juli di 10 kecamatan di kabupaten Lombok Barat. Masyarakat Lombok Barat  menganggap bahwa apabila pemerintah daerah membuat Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok itu berarti bahwa pemerintah berupaya melindungi kesehatan warganya.

Penulis ;
dr. I Gusti Ayu Rai Astarini MKes
NIP 19660622 199603 2 001
Pembina IV/a
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat
Advertisements
This entry was posted in Bidang Dalkit & PL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s